News Update :

Me On Tweet

Basketball News

Formula 1 News

.

Traffic Info

ISSENGKOW. Mobile Edition
Oleh Blogger Touch

Pendaftaran Mahasiswa Baru STMIK AKBA Makassar

06 April 2011

Waktu Pendaftaran :

  1. Periode 1 : Bulan Februari - Mei
  2. Periode 2 : Bulan Juni - Juli
  3. Periode 3 : Bulan Agustus - September
Syarat  Pendaftaran :
  • Tamat SMU/SMK Sederajat
  • Foto Copy ijazah
  • NEM
  • Raport masing - masing 2 lembar dilegalisir asli
  • Pas Foto 2x3 3lembar
  • Administrasi pendaftarn Rp 125.000,-
Biaya - Biaya : 


    SPP dibayar hanya satu kali selama kuliah 
    Dana Kemahasiswaan dan Registrasi/Semester Rp 100.000,-
    Jas Almamater Rp 139.000,-

Catatan :
  1. Rangking 20 besar Gratis SPP
  2. Mendaftar 4 orang bersamaan Biaya Pendaftaran Rp 50.000,-
  3. Tidak lulus UN semua pembayaran dikembalikan
  4. Lulus SNMPTN semua pembayaran dikembalikan (memperlihatkan bukti peserta SNMPTN dan bukti kelulusan)
Beasiswa :

Bagi mahasia yang kurang mampu, tetapi memilki kemampuan akademik, etika dan perilaku yang baik, akan diprioritaskan untuk memperoleh Beasiswa dari Pemerintah (Dirjen Dikti), Pemerintah Daerah dan dari Yayasan Pendidikan Kartini.
Pada Tahun 2008-2010 kurang lebih 600 orang telah memperoleh beasiswa.

CERPEN Dul Abdul Rahman : SAMPARA DAN SAMARA

05 April 2011

C E R P E N

Adaptasi dari DUL ABDUL RAHMAN

SAMPARA DAN SAMARA1
Cerpen: dul abdul rahman

Mujur benar nasib Sampara dan Samara. Sepasang suami isteri tersebut tidak jadi berangkat ke Malaysia sebaga
i TKI dan TKW. Keluarga Pak Fatih dan Ibu Fatimah mengangkat keduanya jadi pembantu sekaligus. Jadilah Sampara dan Samara tetap satu rumah dan berumah tangga. Berarti program untuk mendapatkan momongan secepatnya tetap terlaksana dengan baik. Sampara dan Samara adalah pasangan muda yang telah menikah selama lima tahun tetapi belum dikaruniai anak. Keduanya bertetangga di kampungnya, kedua orang tua mereka berprofesi sebagai petani. Sampara dan Samara hanya bersekolah sampai sekolah dasar. Mereka belum sempat mengikuti program pendidikan sembilan tahun, bukan berarti mereka tidak mau, tetapi kedua orang tua mereka memang tak sanggup menyekolahkan mereka. Sedangkan pendidikan gratis masih sebatas janji manis penghias kampanye pilkada. Boro-boro bersekolah, makan saja susah.

Meski hanya tamatan sekolah dasar, rupanya Sampara dan Samara punya visi yang baik. Mereka berdua berniat jadi TKI dan TKW bersama-sama. Mereka akan menabung gajinya sebagai modal usaha kelak. Cita-citanya yang paling mulia adalah menyekolahkan anak-anaknya kelak. Mereka sangat ingin anak-anaknya menjadi guru. Dulu, Sampara sangat mengidolakan sosok Pak Fatih, guru Bahasa Indonesianya di sekolah dasar. Pak Fatih begitu gagah perkasa dengan pakaian safari sambil mendongeng atau membaca puisi. Pun Samara sangat mengidolakan Ibu Fatimah, guru kesenian yang pintar menyanyi, tidak seperti Ibu Ros yang guru kesenian tapi tak bisa menyanyi. Ibu Fatimah juga cantik sehingga Samara selalu membayangkan dirinya sebagai Ibu Fatimah.

Kini. Pak Fatih dan Ibu Fatimah telah pindah ke ibukota propinsi, posisinya pun kian bagus. Setempo jadi guru di kampung, mereka hanya tinggal di kampus sekolah. Karena prestasi mereka yang bagus, sepasang suami isteri itu mendapat promosi, posisi yang lebih tinggi plus fasilitas yang memadai.

Laiknya orang-orang yang sudah punya jabatan, keluarga Pak Fatih dan Ibu Fatimah tergolong orang kaya. Mereka sudah punya rumah yang besar dan mewah, berlokasi di perumahan elit, kendaraan pribadi, pun fasilitas lainnya.

Sampara dan Samara bisa jadi pembantu di rumah Pak Fatih dan Ibu Fatimah, karena keluarga guru tersebut sudah mengenal Sampara dan Samara sejak di sekolah dasar. Mereka menilai Sampara dan Samara adalah murid yang jujur dan pintar dulu yang kebetulan berjodoh.

Sampara dan Samara sangat senang karena kedua majikannya adalah gurunya. Mereka tetap memanggil keduanya Pak Guru dan Ibu Guru. Tidak ada memang mantan guru. Buat Sampara dan Samara, semua guru yang mengajarnya di sekolah dasar dulu dianggapnya sebagai gurunya, mereka tak pernah bilang, “Ia mantan guruku.” Mereka selalu bilang “Ia guruku di sekolah dasar.”

Sampara bekerja sebagai sopir pribadi. Pak Fatih dan Ibu Fatimah berbeda kantor. Pak Fatih bisa berkendara sendiri dan tidak bisa selalu mengantar isterinya, apalagi kantor Pak Fatih terletak di timur kota, sedangkan Ibu Fatimah di barat kota. Ibu Fatimah takut mengendarai mobil, ia trauma sewaktu tabrakan setahun silam. Sampara mengantar-jemput Ibu Fatimah. Di sela-sela waktu, Sampara mengurusi kebersihan pekarangan rumah. Samara mengurusi urusan rumah tangga. Dari mencuci hingga urusan masak-memasak.

Di sela-sela pekerjaan mereka, Sampara dan Samara juga bercinta. Mereka sangat bahagia bisa bercinta dengan buas di kasur empuk serta kamar yang luas. Sampara dan Samara benar-benar puas. Bila kedua majikannya berangkat ke kantor, tinggallah mereka berdua di rumah. Kedua putra-putri Pak Fatih dan Ibu Fatimah tinggal di pesantren putra dan pesantren putri. Biasanya mereka pulang ke rumah sebulan sekali. Mungkin karena bersekolah di pesantren, kedua anak majikannya berlaku sopan kepada pembantu.

…
“Asyik ya Mama, bekerja disini seperti di rumah sendiri.”

“Betul Papa, Pak Guru dan Ibu Guru baik sekali.” Samara mengamini suaminya. Laiknya suami isteri lainnya, Sampara dan Samara selalu berpapa-mama.

“Pak Guru dan Ibu Guru benar-benar baik Mama, mereka memberi kita kasur empuk agar kometku semangat menerjang rembulan Mama.”

“Papa!” Samara mencubit suaminya. Sampara memang suka menggunakan metafora sebagaimana yang diajarkan oleh Pak Fatih dulu di sekolah.

“Mama! itu bukan bahasa papa, tetapi bahasa Pak Guru Fatih dulu.”

Sampara dan Samara bila menyebut nama Pak fatih dan Ibu Fatimah selalu diikuti oleh nama “guru”. Padahal para tetangga selalu tercengang kalau menyebut nama guru. Mungkin para tetangga berpikir bahwa guru tak bisa memiliki rumah seperti itu. Guru biasanya hanya mampu membeli rumah sederhana dengan sistem kredit. Para tetangganya mungkin tidak tahu bahwa Pak Fatih dan Ibu Fatimah tidak lagi sebagai guru, tetapi mereka hanya mengurusi para guru.

“Papa…!”

“Mama…!”

Sampara dan Samara berandai-andai. Kelak anak-anaknya cakep, cantik, pintar seperti anak-anak majikannya, karena mereka juga bercinta di kasur empuk dan di rumah mewah seperti Pak Fatih dan Ibu Fatimah.

Rupanya, Sampara dan Samara semakin punya visi bervariasi. Dulu, yang penting anak-anaknya bisa bersekolah. Sekarang macam-macam dan terkadang seperti punguk merindukan bulan. Padahal peribahasa itu sering diungkapkan dulu oleh Pak Fatih pada Sampara di sekolah.

Sampara dan Samara ingin mempunyai anak laki-laki yang berbadan tinggi, berhidung mancung dan rambut lurus seperti putra Pak Fatih dan Ibu Fatimah. Atau seperti artis mandarin yang sering mereka tonton di teve, padahal Sampara berhidung penyok seperti sudah diseruduk mobil, pun rambut keriting serupa indomie. Lalu mereka menginginkan anak perempuan berparas cantik, kulit putih bersih, serti bibir tipis seperti putri Pak Fatih dan Ibu Fatimah, padahal Sampara dan Samara berkulit gelap dan berdower.

Sejak tinggal di rumah Pak Fatih dan Ibu Fatimah, mereka tak ketinggalan informasi. Bahkan Sampara dan Samara menghafal semua jadwal acara teve. Pun keduanya sudah menghafal gosip seputar selebriti, keduanya pun sudah paham makna berselingkuh. Sampara sangat mengidolakan artis Beby Silvia yang mirip Ibu Fatimah. Samara mengidolakan aktor Hengky Tornando yang mirip Pak Fatih. Kalau Hengky Tornando dan Beby Silvia selalu akur karena memang pasangan suami isteri, atau tentu saja Pak Fatih dan Ibu Fatimah, Sampara dan Samara terkadang sudah berani mengejek pasangan masing-masing.

“Andaikan hidung papa mancung seperti hidung Pak Fatih.”

“Andaikan bibir mama seperti bibir Ibu Fatimah.”

“Ih papa! Tidak berkaca.”

“Mama yang tidak berkaca.”

“Papa yang mulai.”

“Mama yang mulai.”

“Sudahlah, Pa! Iklannya sudah selesai.”

Mungkin ada juga manfaatnya keduanya selalu bertengkar di setiap jeda iklan. Karena jika iklan pun dilahapnya, entah bagaimana lagi mimpi-mimpi Sampara dan Samara. Mungkin keduanya berlomba-lomba mau di rebounding, atau Samara selalu ingin memakai sabun Giv biar kulitnya seputih Santi atau Sinta. Atau Sampara ingin pakai rexona, agar ada cewek secantik Cut Tari mendekatinya.

“Pak Fatih!” Samara setengah menjerit. Sampara melompat segera membuka pintu garasi. Samara cekikikan. Sampara pun gusar dibuatnya karena Pak Fatih belum datang, ternyata artis Hengky Tornando yang mirip Pak Fatih muncul di teve.

“Hati-hati menyebut nama Pak Fatih!”

“Papa juga hati-hati menyebut nama Ibu Fatimah!”

Akhirnya, karena mengidolakan Hengky Tornando, Samara senang melihat Pak Fatih. Sampara yang mengidolakan Beby Silvia, sangat deg-degan bila dekat dengan Ibu Fatimah.
…
“Oh Fatimah, Sayang!”

“Oh Fatih, Sayang!”

“Sudah lama aku merindukanmu Fatimah.”

“Sudah lama aku mengimpikanmu Fatih.”

Keduanya berpelukan erat. Lekat. Keduanya benar-benar bernafsu. Mereka tak menghiraukan sekitarnya. Kasur empuk seolah menjelma dunia yang hanya milik mereka berdua. Malam itu memang gelap. Terjadi pemadaman listrik secara bergiliran oleh pihak PLN.

Tiba-tiba lampu di kamar yang hanya terdengar nama Fatih dan Fatimah menyala. Kedua pasangan pembantu rumah tangga itu bersitatap malu.

“Mengapa mama menyebut nama Pak Fatih?”

“Nuduh, papa yang selalu menyebut nama Ibu Fatimah.”

“Mama tidak mencintaiku lagi.”

“Papa yang tidak mencintaiku.”

“Ssst! Nanti kedengaran oleh Pak Fatih dan Ibu Fatimah.” Sampara meletakkan jari telunjuk di hidungnya karena mendengar ada gerak langkah mendekati kamarnya. Sampara dan Samara semakin deg-degan, langkah itu kian dekat. Mereka berdua bersegera berkemas sesopan mungkin. Dan…

“Tok! Tok! Tok!”

Sampara membuka pintu. Wajah Sampara dan Samara memucat karena majikannya sudah berdiri di depannya. Sampara dan Samara tak berani melihat majikannya. Keduanya hanya menunduk seolah sudah tahu apa kesalahannya.

“Sampara!”

“Samara!”

“Cintailah diri sendiri! Cintailah isterimu! Cintailah suamimu! Jangan mimpi macam-macam! Besok tidak boleh lagi nonton teve.”

“Awas kalau kamu mengganggu suamiku.”

“Awas kalau kamu mengganggu isteriku.”

Sampara dan Samara semakin ketakutan dan tak berani mengangkat kepala. Tapi hati keduanya berangsur tenang karena kedua majikannya bergegas meninggalkan mereka setelah mengancamnya. Pak Fatih dan Ibu Fatimah hanya bisa menggeleng-geleng kepala sambil tersenyum. Ternyata diam-diam, para pembantunya mengidolakan mereka berdua.

“Papa memang cakep, mirip Hengky Tornando.”

“Ah mama! Mama yang mirip Beby Silvia.”


Pak Fatih dan Ibu Fatimah bersitatap mesra. Tapi kemiringan tatapannya seperti pura-pura. Lalu keduanya bergegas masuk kamar. Pak Fatih sudah tak tahan ingin membayangkan wajah sekretarisnya di kantor yang selalu sok sibuk keluar masuk ruang kerjanya. Ibu Fatimah bahkan sudah merinding membayangkan pelukan teman sekantornya yang selalu menemaninya makan siang di luar kantor walau masih jam sepuluh pagi.

1. Cerpen “SAMPARA DAN SAMARA” dimuat Harian Fajar, Ahad 18 Juli 2010 

DUL ABDUL RAHMAN - Biografi Penulis

B I O G R A F I

Dul Abdul RahmanDUL ABDUL RAHMAN mengaku telah menyukai dunia tulis-menulis sejak duduk di bangku Madrasah Ibtidaiyah Bukudatu, Sinjai, Tellulimpoe. Cerpen dan puisinya mulai dipublikasikan di berbagai media massa sejak ia duduk di bangku SMA Negeri Bikeru, Sinjai Selatan. Selepas menamatkan pendidikan menengahnya, lelaki dengan nama asli Abdul Rahman R. ini melanjutkan pendidikan sarjana dan pascasarjana di Jurusan Sastra Inggris, Universitas Hasanuddin. Kini ia bekerja sebagai PNS. Ia juga aktif menulis.
Karya-karyanya berupa cerpen, artikel budaya, kritik sastra, dan esai dimuat dibeberapa media cetak diantaranya Harian Fajar, Pedoman Rakyat (Makassar), Journal of Linguistics and Literature (Medan), Serambi Indonesia (Aceh), Harian Singgalang (Padang), Jawa Pos (Surabaya), Seputar Indonesia (Jakarta), dan Kompas (Jakarta). Selain itu dimuat di beberapa media online di antaranya Sriti.com dan Lentera Susastra.com.

Buku kumpulan cerpennya yang sudah terbit adalah Lebaran Kali Ini Hujan Turun, sedangkan novel perdananya yang direncanakan terbit dalam bentuk trilogi adalah Pohon-Pohon Rindu (DIVA Press, 2009), yang disusul dengan novel yang ada ditangan pembaca ini (Daun - Daun Rindu DIVA Press, 2010).

Bagi anda yang ingin berdiskusi atau memberikan saran dan krtitik dapat menghubunginya melalui email ke dulabdul@gmail.com.

5 Aksi Ngeseks Bikin Pria "Kecanduan"

Only 17+

(Foto: cosmopolitan)SEBELUM Anda berhasrat mengontrol jalannya pergumulan, pahami dulu bagaimana pria mau dipuaskan. Tak perlu menyediakan segalanya secara berlebihan, karena Anda lah pemilik rahasia terbaik cerita ranjang bersama pasangan.

Kecakapan seksual Anda siap membuatnya “kecanduan” seks, tapi tentu dalam arti positif. Berikut lima aksi seks untuk mengendalikan keliarannya, seperti dilansir dari Bettyconfidential.

Terhubung melalui seks oral

Turn on terbesar adalah ketika seorang wanita membiarkan pasangannya tahu bahwa dia mencintainya. Katakan padanya seberapa besar cinta Anda saat dia memberikan performa seks yang hebat hingga membuat Anda menggeliat. Tatap langsung kedua matanya. Pria senang ketika Anda menunjukkan keinginan untuk menyenangkan mereka.

Jangan remehkan doggy style

Doggy style
benar-benar posisi yang panas. Ketika seorang wanita mengambil kendali dengan posisi ini, pria pasti akan merasakan kenikmatan luar biasa. Cobalah letakkan kedua tangan Anda di belakang punggung lalu silangkan, sehingga suami bisa menjadikan pergelangan tangan Anda sebagai tumpuan.

Biarkan dia menikmati pertunjukan

Benar, tidak ada yang lebih panas bagi seorang pria untuk menonton kesenangan wanita dengan cara terbaiknya untuk merangsang. Tidak hanya memberi pria informasi seputar apa yang Anda suka, tetapi juga memudahkannya memberikan orgasme bagi Anda.

Manfaatkan mainan seks

Pria yang merasa nyaman dengan dirinya tidak akan keberatan untuk menggunakan mainan seks selama sanggama dengan pasangannnya. Dia akan memanfaatkan mainan tersebut sebagai “teman” untuk membuatnya bak seorang superstar di ranjang. Mainan seperti vibrator, dildo, sex toys berpasangan, dan sebagainya.

Posisikan tubuh di atas

Ketika seorang wanita percaya diri dan tidak takut untuk “menggunakan” seorang pria untuk kesenangan orgasmenya, ini akan menjadi perangsang terbesar pria. Seorang wanita yang naik ke atas tubuh pria dan berlaku bak koboi cantik (reverse cowgirl), pria pasti akan tahu apa yang Anda inginkan di kamar tidur.

Percakapan Rossi-Stoner Seusai Balapan

M O T O GP

F: Stoner dan Rossi saat terjatuh (daylife)Casey Stoner harus mengubur ambisinya menjuarai GP Spanyol, Jerez, setelah terjatuh akibat menyenggol motor Valentino Rossi. Stoner tidak bisa melanjutkan balapan, sementara Rossi tetap menyelesaikan balapan hingga finis di posisi kelima.
Stoner yang memulai balapan dari posisi pertama, sebenarnya langsung memimpin balapan. Tapi, rider Honda Repsol dilewati Marco Simoncelli dan harus bersaing dengan Valentino Rossi yang sukses menyodok ke posisi tiga.
Petaka buat keduanya, The Doctor coba mengambil Stoner dari dalam di lap 8. sayang Rossi terlalu cepat mengambil keputusan dalam menyalip dan terlambat saat berbelok. Rider Ducati itu tergelincir dan membuat Stoner tidak sempat menghindari motor Rossi yang jatuh di depannya.
Seusai balapan, Rossi sendiri langsung mencari dan menghampiri Stoner untuk meminta maaf. Keduanya terlihat berjabat tangan. Inilah petikan percakapan keduanya, seperti dilansir Crash.
Stoner (tersenyum) : “Bagaimana bahumu? Apakah baik-baik saja?”
Rossi (dengan helm yang belum terlepas) : “Saya sangat menyesal dan minta maaf.”
Stoner : “Okay. Kau punya masalah dengan cedera bahu itu?”
Rossi : “Saya membuat kesalahan besar”
Stoner : “Yeah. Sejujurnya, ambisi kamu mengalahkan talentamu.”
Rossi : “Eh?”
Stoner : “Ambisi yang ada lebih besar daripada bakat.”
Rossi : “Saya minta maaf”
Stoner : “Tidak masalah.”
Saat Rossi akan melintas di garis finis pada posisi lima, Stoner menyempatkan diri berlari ke pinggir sirkuit dan bertepuk tangan. Entah apa maksud dari tepuk tangan Stoner ini. Apakah bentuk kekecewaan atau memang ucapan selamat buat Rossi yang bisa menyelesaikan balapan?

Blog and Web

Football News

Moto GP News

Counter Powered by  RedCounter

Follows

About Me

Foto Saya
Anggoeck blog
Selamat Datang Di Anggoeck Blog
Lihat profil lengkapku

Iklan Dan Traffic

Powered by  MyPagerank.Net

Protected by Copyscape Online Infringement Checker
Bookmark and Share
CO.CC:Free Domain


My blog is worth $564.54.
How much is your blog worth?


Powered by  MyPagerank.Net

Protected by Copyscape Online Infringement Checker
Bookmark and Share
CO.CC:Free Domain


My blog is worth $564.54.
How much is your blog worth?


HTML Scroll Boks Images

 

© Copyright Anggoeck'x Blog 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.